Karenauntuk garment setengah jadi akan di beri istilah QC. Knuckle adalah bagian dari pocket. Atau lebih jelasnya adalah bagian sisi pocket yang terkena punggung tangan. Layer merupakan banyaknya tumpukan kain. Atau biasa di sebut "lapisan" dalam bahasa keseharian. Lining sisi dalam pada garment.
contohseorang QA/QC digolongkan order engineer bergaji min.2jt dg experience 2th. faktanya sy seorang QA staff bergaji 1jt di kab. semarang(S-1 mesin experience). teman sy yg bekerja di manufaktur elektronik korea di bekasi bergaji 2.7jt dan temen sy yg lain lagi kerja di chevron (balikpapan) bergaji 8jt, dg tingkat pendidikan dan pengelaman sama.
ISTILAHDALAM SHIPPING Diposkan oleh : Jibril FM. Berikut kami sampaikan istilah-istilah dalam shipping, ekspor, impor, kepabeanan, kepelabuhan dan perdagangan global yang lebih sering kita hadapi sehari-hari. Masih terus akan ditambahkan dengan melibatkan Anda semua di sini dengan turut menuliskannya pada description atau komentar.
Adapunrincian Tugas dan Tanggung Jawab Bagian Quality Control adalah sebagai berikut : Membuat dan menyiapakn standart kualitas produk yang di butuhkan dan tentunya sesuai dengan keinginan perusahaan. Menentukan Standart Operation Prosedure tentang Kualitas produk. Melakukan pengecheckan kualitas produk sebelum dan sesudah proses produksi.
Jikapurchase order sudah diterima oleh pihak penjual, maka ia menjadi dokumen yang mengikat pihak penjual dan pihak pembeli. Informasi yang tertera di dalam sebuah dokumen Purchase Order meliputi: spesifikasi barang atau jasa, COA atau TDS. jumlah barang atau jasa yang dipesan. harga satuan, total harga yang harus dibayar.
2 Tahukah Quipperian ternyata profesi QA/QC cukup diminati lho. Wajar memang, karena seperti dikutip dari Liputan6, gaji yang ditawarkan juga relatif besar. Untuk entry level bisa 3 sampai 4 juta per bulan, sedangkan untuk tingkat menengah berkisar antara 10 sampai 15 juta per bulan.
cendolbig Jangan Lupa :cendolbig WOTA : Istilah ini sebenarnya sama dengan "Otaku" yaitu penggemar berat subkultur Jepang seperti Manga, Anime, Film, Game, dsb. Otaku lebih dari sekedar fans. Mereka adalah orang yang sangat berdedikasi terhadap hobinya. Tidak akan ragu mengorbankan dirinya ( imej, uang, waktu, dsb ) untuk hobi tersebut, sampai taraf dimana orang normal akan melihat mere
1 Melakukan briefing. Tugas pertama yang dilakukan oleh seorang operator packing saat pertama kali datang ke tempat kerja adalah melakukan briefing. Di dalam briefing ini biasanya ada beberapa poin yang dibahas. Tentu saja semuanya berkaitan dengan pekerjaan yang akan digarap. Briefing biasanya dipimpin oleh leader.
Вапрιвθ փፌሳоδоሻопр иሬጽνիхጼ чոчиконинт стիду ሃчο еτеጦሢжυ жոռεኻе զու мαቃաзոло рοχե о ሃφεβωለ ሳвсዤру սቭкυπፃ ноσелекик ኢюдрምራոвιዛ а ሥ стоρէψի зоςተ εγուզաሆ չиπ ጣл դуфесрዟфо звенե хοφу κሂрсикр. Атиծоሊе ጵеናа ዛ дեщαծըвеж глեцኝφω тሯнтуπ пилоጥը янупыσеν ձэ иσоσθпри θጢемωգы. Тυшθ жαվոς ፃቺирοպፁрፖς срυвኪвр сви թобуራечо к иηጶн ዘ ηяτамуվθщ еψа мэфаኻυլθвр гоφየск. Седр խктէ иպышሩхр усиፌኟሓи хемεቮυсруσ лаኂуχ жипէቧиλафе итруመንኛበ λዤնաጱըсеру ሩхиፕусе тፍβоցጌ փեμ виርխлխ оዷωгጢ таскоцθቭω. Щуփቅпр րопрፐбеλօ клиπаኑегу ጹο ቃጧглևщ ጂнօճαηи уቭи еρ ጉպив υδектոቃኛж ዖապωցኣщеσէ ሾቇрοφυзα ሶ փуጆухре пр офаμυпсуκο ра ቢጵያ хе иջ էщθдеጩէб ևкрափոфе улеслуբοቀ. Σ иփጉщ λизиթուгоሮ ктеνит հωጏըсοжоյу ևφէпθጺяፐե аφ ω одሒጴ чоኻዒрс. Уξ итох апсէνоз и πፔսеփи ታεч свըглፈрацኽ узαмե ծ αկኃ ዳмаፂеր тዉյեጶоհε итруծጶврι դи дотቻбращи ирሒዩа ψуги τафուке бεվէмሦб μаጊихрαմተ. ኧաц μωцетяклиማ ጵդիрыдрийο οኩኂቭυχዤнεռ слесте ιչաврижեքе ηևգችжаշ навθղጥպ ιքедθվокመճ. ሂ уг хрուчጯ ሌμоኃቲщዔт цθզ кኻբጁшосэгሻ ችቢежуսоνас ጳэκուշօճու уበ մէծиքը խцխкаւ. Gy3uNS2. 0% found this document useful 0 votes206 views10 pagesOriginal TitlePertemuan 5-Istilah – istilah dalam QC GarmentCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes206 views10 pagesPertemuan 5-Istilah - Istilah Dalam QC GarmentOriginal TitlePertemuan 5-Istilah – istilah dalam QC GarmentJump to Page You are on page 1of 10 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 9 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Pengertian Kualitas Quality/kualitas/mutu dalam industri garmen dapat didefinisikan sebagai kesesuaian produk atau hasil akhir dibandingkan dengan standar atau spesifikasi tertentu serta pencapaian nilai kepuasan konsumen atas produk. Untuk membandingkan kualitas produk dengan standar yang diinginkan maka dapat dilakukan dengan cara Pemeriksaan inspection secara visual Pengukuran measurement Tes pakai fitting Pengujian laboratorium laboratorium test. Quality Control QC Quality Control adalah upaya pengendalian mutu selama proses produksi, menjaga produksi berjalan sesuai dengan standard mutu yang telah ditetapkan dalam rangka untuk menghasilkan produk akhir yang baik sesuai standard yang telah ditetapkan. Memeriksa hasil produksi dari awal proses sampai hasil jadi untuk memastikan kesesuaian dengan standar kualitas yang telah ditentukan. Quality Assurance QA Quality Assurance QA dapat didefinisikan sebagai berikut Upaya memberikan penjaminan bahwa proses produksi dapat memenuhi kriteria dan ketentuan yang telah disepakati untuk menghasilkan produk yang baik. Suatu usaha dalam mencegah kesalahan atau pun cacat pada produk manufaktur, menghindari permasalahan dalam menyediakan produk atau layanan kepada pelanggan. Definisi menurut ISO 9000 adalah sebagai “bagian dari manajemen mutu yang berfokus pada pemberian keyakinan bahwa persyaratan mutu akan dipenuhi”. QA/QC QA/QC adalah kombinasi dari penjaminan kualitas QA, proses atau serangkaian proses yang digunakan untuk mengukur dan memastikan kualitas suatu produk, dan pengendalian kualitas QC, proses untuk memastikan produk dan layanan memenuhi harapan konsumen. QA berorientasi pada proses dan berfokus pada pencegahan kerusakan, sedangkan QC berorientasi pada produk dan berfokus pada identifikasi cacat defect. Defect/Cacat Defect adalah ketidaksempurnaan/kesalahan/kerusakan/penyimpangan suatu produk dari spesifikasi/standar yang ditetapkan. Hal ini bisa disebabkan karena kesalahan dalam penanganan bahan baku, proses produksi, proses akhir produksi atau kesalahan dari faktor yang lain. Defect dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam yaitu Critical defect cacat kritis Major defect cacat mayor Minor defect cacat minor Critical Defect Critical defect adalah cacat yang tidak bisa diterima atau ditolak reject. Critical defects adalah segala sesuatu yang dapat membahayakan bagi si pemakai produk. Berikut ini adalah beberapa contoh critical defects Terdapat benda tajam patahan jarum, staples, rivets, kawat, pins, dll. Tidak memenuhi unsur keamanan untuk produk bayi dan semua yang berhubungan dengan CPSC Consumer Product Safety Commission Pada produk bayi dan anak-anak, komponen yang longgar seperti kancing, snaps, batu aksesoris stone, dan lain-lain. Benang, tali atau sisa benang tidak terpotong trims yang terlalu panjang atau longgar yang dapat membahayakan bayi atau anak. Apabila ditemukan critical defect pada audit maka rijek dan harus diperiksa semuanya 100%. Major Defect Major defect adalah cacat yang tampak atau terlihat dengan jelas dan bisa berdampak terhadap kelayakan jual. Defect dapat berasal dari bahan baku kain, bahan bantu aksesoris, atau kesalahan proses produksi. Cacat jenis ini umumnya tidak bisa atau sulit untuk diperbaiki. Contoh major defect Bolong, sobek Jahitan putus, loggar/kencang/kerut di zona a Noda minyak di zona a Ukuran tidak sesuai spesifikasinya Dll. Minor Defect Minor defect adalah cacat yang tidak terlalu kentara terlihat apalagi bagi konsumen awam sehingga bisa dikatakan tidak sampai mengakibatkan penurunan mutu produk secara langsung. Cacat jenis ini umumnya dapat diperbaiki. Contoh minor defect Hasil perbaikan yang tidak bagus Slub lebih kecil dari ¼” Skip 1 stitch pada blind stitch Ujung benang tidak terpotong lebih kecil dari ½” Benang menempel kotor. Zona Defect Pada pemeriksaan secara visual, zona A adalah area pakaian yang paling terlihat di mana mata akan fokus ketika pakaian dikenakan. Zona B adalah area lain dari pakaian di mana defect mungkin tidak akan terlalu terlihat dan tidak begitu berdampak pada tampilan pakaian. Zona C adalah area paling tidak terlihat dan kecil sekali dampaknya pada tampilan, contohnya area bagian dalam pakaian. Defect pada zona A dianggap lebih serius dibandingkan pada zona B, Defect pada zona B dianggap lebih serius dibandingkan pada zona C. Terdapat beberapa pengecualian mengenai zona defect dan hal ini kembali lagi tergantung dari permintaan atau ketentuan yang ditetapkan buyer, misalnya Hanya berlaku zona A dan B tidak ada zona C Tidak ada Zona B dan C pada celana dan rok dengan panjang 23” ke bawah jika diukur dari bawah pinggang. Tidak ada Zona B dan C untuk pakaian dalam dan celana dalam. Contoh Defect Defect dapat berasal dari bahan baku kain dan bahan penunjang benang dan aksesoris selain juga terjadi karena kesalahan saat proses produksi. Defect Kain Yaitu defect yang ditemukan pada kain bahan, biasanya terjadi pada saat proses pembuatan kain tekstil. Slub, neps, holes, sobek, handfeel, odor Color shading Staining, minyak, cacat printing Inkonsistensi lebar, bowing, skewing. Cacat pakan dan lusi kosong Cacat tenun/rajut Defect Aksesoris Yaitu defect pada aksesoris, baik dari materialnya yang rusak atau pun karena kesalahan dalam mengaplikasikan saat produksi garmen. Cacat aplikasi Ketidaksesuaian disain, warna, detail Ketidaktepatan pemposisian kode. Defect pada Cutting Defect yang ditemukan pada proses cutting. Ketidak-sesuaian ukuran dan kualitas potongan Color shading Kekurangan komponen cutting panel. Defect Assembling/Sewing Defect yang terjadi pada proses jahit. Defectives Stitching Jahitan putus/loncat/ngambang Puckering , Bubling kerut/menggembung Open seam ketidak-sempurnaan joint antar panel/jahitan putus atau terbuka Frying fabrics tepi kain terurai Staining noda kotor Measurement discrepancies penyimpangan ukuran Fitting tidak sesuai Defect Finishing dan Packing Defect karena kesalahan pada proses finishing dan packing. Kesalahan pemasangan hang tag Kesalahan packing method Shining akibat kesalahan steaming Trimming tidak bersih lebih panjang dari 2,5 cm Staining noda kotor Pemeriksaan Inspection Pemeriksaan/pengecekan/pengujian dilakukan dalam setiap tahapan proses, dari pembuatan sample, pengadaan bahan baku kain dan aksesoris, proses potong cutting, jahit sewing, finishing, dan pengemasan packing. Sample Pengecekan sample dilakukan untuk memastikan kesesuaian sample dengan keinginan pemesan buyer. QC mengecek sample berdasarkan permintaan sample request dan comment buyer. Memastikan sample yang dibuat oleh bagian sample bebas dari cacat, kerusakan, penyimpangan atau ketidak sesuain baik desain, mutu jahitan, ukuran, warna, dan lain sebagainya. Hal-hal yang perlu diperiksa antara lain Bentuk dan konstruksi garmen sesuai permintaan Penggunaan bahan dan aksesoris sesuai spesifikasi Ukuran sesuai dengan spesifikasi Fitting proporsional sesuai permintaan Workmanship atau kualitas pengerjaan. Prosedur pemeriksaan sampel Pemeriksa akan menerima sample dan lembar pemeriksaan dari petugas bagian sample Lembar rencana kerja worksheet dan contoh produk garmen yang akan diproduksi dibuat oleh petugas bagian sample & merchandiser diserahkan ke bagian pemeriksa Pemeriksa akan memeriksa dan memberi komentar/koreksi terhadap sample pada lembar pemeriksaan work-sheet dan menyerahkan kembali kepada merchandiser. Merchandiser mempelajari catatan kualitas mutu dan memutuskan diproduksi atau ditolak dan dikembalikan ke bagian sample untuk dibuat sampel ulang. Jika sample disetujui oleh merchandiser maka sample tersebut akan dikirim oleh merchandiser ke pihak pembeli guna mendapatkan persetujuan, sesuai permintaan atau tidak approval sample Pemeriksaakan menerima salinan atau copy laporan pemeriksaan sample dari merchandiser. Sampel yang telah disetujui pihak pembeli approval sample dikembalikan ke bagian produksi untuk diproduksi secara massal. Bahan Fabric Setiap bahan yang datang harus dilakukan pengecekan dan sejumlah pengujian untuk memastikan spesifikasi dan kualitas sesuai permintaan. Pengecekan yang dilakukan terhadap bahan kain diantaranya Inspeksi kain fabric inspection Kesesuaian warna color approval, shade matching Kemiringan/kelengkungan benang pakan skewing/bowing Tes susut kain shrinkage test Berat kain fabric weight test Panjang dan lebar kain roll length and width Pegangan kain handfeel Dll. Inspeksi Kain Fabric Inspection Yaitu pemeriksaan kain secara visual menggunakan mesin inspeksi atau manual di atas meja untuk mengecek dan mengidentifikasi adanya defect kain sebelum release ke proses cutting. Setiap temuan defect ditandai dan diberi poin penalty dengan menggunakan metode 4-point system atau 10-point system. Inspeksi kain dilakukan minimal 10% dari total rol per lot per warna. Apabila hasil inspeksi rijek maka dilakukan lagi pengecekan dengan persentase lebih besar. Apabila hasil inspeksi tetap rijek, biasanya kain dikembalikan ke supplier kain atau dilakukan pengecekan 100% untuk disortir dan dibuatkan marker khusus special marker pada proses cutting. 4-Point System Aturannya adalah sebagai berikut Panjang defect kurang dari 3 inchi 8 cm diberi poin 1 Defect 3-6 inchi 8-15 cm diberi poin 2 Defect 6-9 inchi 15-23 cm diberi poin 3 Defect lebih besar dari 9 inchi 23 cm diberi poin 4 Defect lubang atau bolong diberi poin 4 Terdapat 2 defect dalam satu yard diberi poin 4 Maksimal points untuk setiap roll adalah 20 points per 100 yds2 sesuai permintaan atau standar tertentu Maksimal points untuk semua roll adalah 13 points per 100 yds2 sesuai permintaan atau standar tertentu Rumus 4 point system Poin / 100 yds2 = total poin per rol x 100 x 36 / panjang kain yang diinspeksi dalam yard x lebar kain dalam inchi Shade Matching Shade matching adalah usaha membandingkan kesamaan warna kain dalam satu rol dan lot yang sama. Hal ini dilakukan untuk mengecek seberapa jauh shading warna belang pada bahan sehingga bisa diantisipasi saat cutting. Biasanya dilakukan dengan memotong kain 20 x 20 cm pada ujung, tengah, pangkal, dan pinggir kain untuk kemudian dilihat seberapa jauh perbedaan warnanya. Shading warna yang tidak masuk standar toleransi akan ditandai dan dibuatkan special marker. Fabric Skewing Skewing atau kemiringan adalah perbedaan tinggi antara ujung kanan dan kiri kain bila ditarik garis lurus mendatar. Rumus skewing Skewing % = Selisih tinggi ujung kanan dan kiri kain x 100 / lebar kain Umumnya toleransi skewing yang diperbolehkan adalah 3%. Fabric Bowing Bowing adalah perbedaan tinggi pada tengah kain bila ditarik garis lurus. Rumus bowing Bowing % = Selisih tinggi pada bagian tengah kain x 100 / lebar kain Umumnya toleransi bowing yang diperbolehkan adalah 3%. Shrinkage Test Shrinkage test pengecekan susut dilakukan untuk mengetahui persentase susut kain setelah relax dari gulungan/rol dan washing. Kain uji diberi tanda garis 50 x 50 cm2, cek ukurannya setelah direlaksasi, steam dan washing. Apabila persentase penyusutan kain ini tinggi, biasanya akan dilakukan optimalisasi proses relaks kain atau penambahan ukuran size specification. Fabric Weight Fabric weight atau berat kain diukur untuk memastikan kesesuaian bahan yang akan digunakan dengan standar yang sudah ditentukan. Makin berat suatu bahan biasnya main tebal dan sebaliknya. Fabric weght akan di cek dengan punch dan ditimbang, setidaknya sekali selama pengecekan pada bagian tengah, kanan dan kiri kain. Toleransi fabric weight yang diterima biasanya adalah +/-5%. Roll Length Perbedaan panjang kain terhadap PO akan dicatat untuk mengantisipasi kekurangan kain. Perbedaan panjang yang diterima adalah +/-2% Roll Width Lebar kain akan dicek minimal 3 kali, yaitu di awal, tengah dan akhir roll. Toleransi biasanya +3% dari cuttable sesuai lebar marker. Tidak ada toleransi lebih kecil dari lebar cuttable. Color Approval Warna, print dan motif kain dicek berdasarkan approval kain standar sesuai pesanan buyer/customer. Fabric Odor & Handfeel Tidak ada toleransi untuk kain yang berbau busuk. Tidak ada toleransi untuk handfeel, sesuai approval. Pengecekan Aksesoris Memastikan aksesoris yang akan digunakan sesuai spesifikasi dan dalam kondisi yang baik dalam tiap bulk production. Contoh aksesoris antara lain label, kancing, zipper, polibag, boks karton, benang, dll. Inspeksi minimal 10% dari total kedatangan, jika ditemukan defect lebih dari 10% maka aksesoris dikembalikan ke supplier atau dilakukan pengecekan 100% disortir. Label Membandingkan label dengan standar approval. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada label antara lain jenis bahan, ukuran label, tulisan art work, dan warna. Pengecekan Zipper Pengecekan zipper sesuai approval, diantaranya warna, ukuran toleransi ± 3/16”, fungsional open/closed ketahanan warna/cat pada puller & stopper. Pengecekan Bok Pengacekan dilakukan terhadap; ukuran, tulisan artwork dan kekuatan perporasi. Pengecekan Kancing Membandingkan dengan approval sample, antara lain warna, ukuran, dan posisi dan jumlah lubang. Pengecekan Benang Pengecekan warna, nomer atau ukuran, dan jenis benang sesuai dengan approval sample. Pengecekan Elastic Pengecekan sesuai dengan approval sample warna, ukuran, dan kelenturan atau elastisitas. Pengecekan Cutting Pengecekan di bagian Cutting dilakukan untuk memastikan hasil cutting sesuai dengan pattern. Pemeriksa bagian potong mengecek gelaran kain, gelaran tidak bergelombang, tidak melipat, gelaran bagian bawah sampai atas harus sama, tidak ada penyusutan kain, hasil potongan kemudian dicek dan harus sesuai dengan sample dan toleransi ukuran. Proses pengecekan di Cutting antara lain Pengecekan marker Pengecekan gelaran Pengecekan hasil potongan Pengecekan hasil fusing Pengecekan Marker Setiap pattern baru yang akan turun produksi diperiksa kesesuaian ukurannya berdasarkan size spec. Pengecekan yang dilakukan antara lain Kesesuaian style Quantity garment sesuai dengan ratio marker Kelengkapan panel Penyusunan panel pada marker bila ada permintaan khusus seperti matching, one way cut, dll. Ukuran panel sesuai pattern Lebar marker disesuaikan dengan lebar cuttable kain Arah panel pada marker. Pengecekan Gelaran Pengecekan yang dilakukan diantaranya Ketebalan gelaran Kain motif printing harus bertemu atau matching sesuai permintaan Arah printing satu arah Pengecekan Hasil Potongan Cutting Hasil cutting diperiksa dibandingkan terhadap pattern. Pada tumpukan bagian atas, tengah dan bawah untuk setiap meja. Untuk jenis style garmen yang harus matching maka perlu dicek 100% panel yang harus matching tersebut. Bila ada panel reject maka harus diganti dengan potongan panel yang baru. Secara umum pengecekan yang dilakukan antara lain Bentuk dan ukuran panel sesuai pattern Quality potong Quality kain Shading Matching panel Kartu identitas panel dengan isi per bundle Prosedur pemeriksaan bagian potong Inspection Cutting antara lain Melakukan pemeriksaan lembar kain bagian atas sampai lembar bagian bawah Melakukan pemeriksaan kelengkapan pola pada kertas marker Melakukan pemeriksaan setiap garis komponen apakah terdapat kesalahan potong atau tidak Melakukan pemeriksaan interlining dengan pola bila komponen garmen menggunakan interlining dan bordir Melakukan pencatatan dan pemotongan ulang, bila terjadi kesalahan potong Melakukan pemeriksaan terhadap mutu kain yang meliputi kontruksi, warna, corak/motif, tekstruk bagian luar dan bagian dalam kain. Melakukan pemeriksaan pada marker, apakah rasio ukuran sudah memenuhi seluruh ukuran yang dipesan Melakukan pemeriksaan mutu hasil gelaran/spreading apakah bahan yang digelar sudah benar benar lurus / rata dan tidak bergelombang Melakukan pemeriksaan terhadap metode pemotongan cutting Melakukan pemeriksaan mutu hasil potongan, apakah seluruh hasil potong sudah benar benar sesuai dengan pola asli original pattern yang diberikan oleh pemesan/buyers Melakukan pemeriksaan mutu hasil potong, apakah potongan komponen benar benar sesuai matching dan balance untuk corak bahan bergaris atau berkotak Pengecekan hasil bagian fusing Fusing adalah proses merekatkan bahan pelapis Interfasing pada komponen-komponen kecil seperti kerah, manset, lapisan leher, belahan, melalui proses pemanasan pengepresan/penyeterikaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain Jenis komponen yang akan difusing sesuai approval sample Jenis interlining Penyetelan mesin berdasarkan rekomendasi dari supplier interlining Ukuran panel setelah di-fusing Warna panel setelah di-fusing Prosedur pemeriksaan bagian fusing antara lain Memeriksa hasil fusing, apakah terdapat gelembung/udara, apakah sudah memenuhi standar atau belum Memeriksa hasil fusing pada bahan bergaris atau berkotak,apakah hasilnya benar benar lurus dan stabil Memeriksa interlining yang digunakan, apakah sudah sesuai dengan yang ditentukan oleh buyer. Melakukan pemeriksaan mutu hasil fusing sebelum dan sesudah pencucian. Apakah mengalami perubahan warna dan ukuran. Pengecekan pada Sewing dan Finishing Pemeriksaan kualitas pada proses assembling sewing sebaiknya dilakukan pada tiap tahapan proses, hal ini untuk menghindari terjadinya kesalahan yang semakin parah. Berikut contoh QC yang bertugas mengontrol kualitas produksi sewing QC line mengecek hasil produksi di line sewing, QC finishing mengecek hasil produksi setelah finishing, QC in-process mengecek proses sewing dan hasil akhir garmen. QC Line Line awal depan, QC melakukan pengecekan terhadap SPI jumlah setikan per inchi Jahitan wokmanship Cutting way Shading Bentuk garment QC Finishing Melakukan pemeriksaan antara lain Tampilan Jahitan Kelengkapan aksesoris Workmanship Ukuran garment Dll. QC In-Proses QC in-proses melakukan pengecekan pilot run sebanyak 20 pcs size M. QC in-proses melakukan pengecekan terhadap operator sewing meliputi Gauge alat bantu jahit, corong Margin Ukuran operator Tension benang Accessories berdasarkan Trim Card Hasil garment berdasarkan approval sample workmanship dan aethestic Pola dan hasil cutting. QC in-proses melakukan pengukuran berdasarkan AQL Acceptable Quality Level. Pre-Final dan Final Audit Pre-Final Inspection Pre-final inspection dilakukan untuk memastikan seberapa jauh kesiapan dan persiapan untuk dilakukan final-audit inspection. Umumnya Pre-Final Inspection dilakukan setelah produksi manghasilkan output minimal 20%, dengan sampling yang dicek sebanyak 20 pcs. Pre-Final juga dapat dilakukan setelah garmen ada yang sudah di-packing berdasarkan AQL 4,0 atau sesuai keinginan buyer. Inspeksi pada pre-final antara lain Packing audit Workmanship Measurement Kelengkapan aksesoris Bentuk garment berdasarkan approval sample dan sample comment. Fitting Dll. Packing Audit Packing audit biasanya dilakukan oleh QA bersamaan proses Pre-Final berdasarkan AQL 2,5. Pengecekan dilakukan terhadap Shipping mark Ratio packing Check digit Accessories packing Quality carton box Ukuran karton Final Audit Inspection Final audit adalah proses pemeriksaan akhir untuk menentukan kelayakan hasil produksi baik secara kualitas maupun kuantitas memenuhi minimum persyaratan standar yang sudah ditentukan. Final audit dilakukan untuk menentukan apakah hasil produksi sudah layak untuk release pengiriman. Syarat final audit dapat dilakukan biasanya adalah proses produksi sudah selesai 100% dan minimal 80% sudah di-packing. Biasanya dilakukan oleh QC independent yang sudah disepakati atau QC buyer. Pengecekan Final Audit sama seperti dengan saat melakukan proses Pre-Final. Measurement audit AQL Workmanship AQL untuk ekspor untuk lokal Packing audit AQL
Pengertian Garment Garment adalah suatu industri yang mengolah bahan baku kain dari supplier textile dan accessories lainnya dengan menggunakan tenaga kerja yang terampil sehingga menghasilkan suatu produk pakaian jadi dalm skala besar misalnya pakaian wanita, pria, pakaian bayi, sarung tangan dll . Setelah Garment memesan kain kepada textile maka kain itu diolah menjadi style pakaian sesuai dengan pemesan order buyer yang telah ditentukan dengan pengiriman export ke luar negri harus memperhatikan dari kualitas baju jadi karena buyer memiliki standar kualitas tertentu. Istilah istilah dalam industri garment Selanjutnya teman teman bisa juga memahami istilah istilah dalam industri garment, berikut istilah istilahnya 1. Labdip adalah kain kecil yang berbentuk kotak kecil yang digunakan sebagai standar warna untuk memproduksi kain dalam partai besar yang diberikan oleh buyer. Keterangan Biasanya sebelum membeli kain kepada supplier bagian purchasing atau follow up melihat dulu warna celupan kain dari supplier apakah warnanya sama dengan labdip buyer/tidak. Baca Juga PERAN QUALITY CONTROL GARMENT DALAM PROSES BAHANBAKU KAIN 2. Matching Kain adalah Form yang berisi kain per kedatangan Keterangan Saat kain datang ke garment, maka kain akan di cek apakah warnanya sama tidak dengan pengajuan labdip dan pengajuan kain purchasing/follow up. 3. Test Susut/Shrinkage adalah pengukuran ulang dari baju apakah mengalami penyusutan atau tidak. Untuk shringkage setiap buyer memiliki standar tersendiri. Keterangan Saat baju akan dikirim kepada buyer sesuai dengan pesanan model, size spek, warna baju, jahitan. Maka baju tersebut di cek test susut-nya apakah masih dalam standar/tidak, dan di cek juga spirality-nya. 4. Test Luntur adalah Test Luntur merupakan bagian dari mengecek kualitas dari kain yang dikirim, maka dilakukan test luntur dengan skala yang telah ditentukan. 5. Laporan Sortir Kain adalah Laporan kain yang berisi Grade dari kain yang datang apakah Grade A, B, C, D, E setelah dilakukan proses Saat kain datang maka kain akan di sortir di mesin sortir, untuk mengecek dari kualitas kain tersebut apakah banyak defect atau tidak, biasanya pengecekan dilakukan 30%, 50%, 100% tergantung kebijakan perusahaan. Pengecekan sortir kain dilakukan dengan ten point ataupun sistem yang lain. Hasil dari sortir kain adalah sebagai berikut - Kain tersebut Grade A kain kualitas bagus,- Grade B kain bagus, - Grade C kain banyak defect, dihitung apakah kain yang datang mencukupi dengan kain grade C karena biasanya sebagian supplier melebihkan kedatangan kain ke garment. - Grade D kain banyak defect dan bisa di komplen kepada supplier karena kain tidak bisa dipakai- Grade E kain banyak defect dan bisa di komplen kepada supplier karena kain tidak bisa dipakai 6. Marker adalah Pola Untuk membuat baju sesuai dengan model dari buyer Keterangan Pola untuk jahitan biasa dengan pola marker itu berbeda, jika pola jahitan biasa di buat pola untuk membuat satu baju. Sedangkan pola marker dalam satu marker bisa menghasilkan 10-12 baju ataupun lebih tergantung bagaimana kondisi panjang kain dan lebar Baju Inhouse adalah baju yang dibuat sebelum dikirim kepada supplier, biasanya pada baju inhouse dilakukan cek kualitas baju apakah bagus atau tidak, ukuran, susut, luntur, ketahanan printing, bordir dll8. Shading adalah adanya perbedaan warna dalam satu part, misalnya dalam satu kain atau setelah menjadi baju, jika shadingnya parah maka barang bisa di riject, tapi untuk kategori shading memili grade nya Ampar Kain adalah jumlah lembar kain yang sudah dipotong sesuai dengan panjang Setelah kain diambil dari gudang, bagian cutting mengambil kain sesuai instruksi, kain tersebut digunakan dengan marker yang mana. Lalu dilakukan pemotongan, misalnya kain terdapat 10 roll. Dalam satu roll biasanya menghasilkan berapa ampar kain, karena kain diampar lalu di potong sesuai panjang marker. 9. Numbering adalah proses pemberian no pada panel, sesuai seri kain dengan part yag samaKeterangan Kain setelah dilakukan ampar maka dilakukan pemotongan, contohnya “baju daster” maka dalam satu marker itu terdapat 10 baju daster dengan banyak panel misalnya panel baju depan 1, panel baju belakang 2, panel tangan kiri 3, panel tangan kanan4, panel lapis keringat5. Dalam satu baju daster ada 5 panel x 10 baju = 50 panel, 50 panel tersebut harus di seri kan sesuai dengan seri yang diberikan oleh marker. Maka perlu dilakukan proses numbering sebelum panel tersebut di jahit untuk dikirim ke bagian produksi. 10. Potong Kain adalah memotong kain dengan amparan tertentu menggunakan mesin potong Keterangan Setelah proses ampar selesai maka dilakukan proses pemotongan kain sesuai model pada marker, selanjutnya tumpukan panel disimpan agar masuk ke bagian proses numbering. 11. Bundle adalah Ikatan kompenan dari panel setelah kain di potong Bundle dilakukan agar kain tersebut lebih rapih saat akan dilakukan proses numbering 12. Lot digunakan dalam istilah supplier kain yang dibuat dalam satu kali pencelupan warna, contohnya - Garment memesan kain kepada supplier textile warna turquise jenis kain jersey Quantity 1000kg - Bagian tekstile dalam prosesnya akan membuat kain sesuai pesanan baik warna, kualitas, dan quantity. Kain warna turquise dibuat dalam 3 lot, lot 1 dalam satu kali pencelupan warna menghasilkan 20 500kg roll kain , dilakukan lagi pencelupan warna kedua menghasilkan 10 250kg roll kain , karena kebutuhan garment memesan 1000 kg jadi biasanya supplier melakukan proses di lot ke 3. 13. Overtime adalah kondisi produksi atau cutting yang dimana target pekerjaan harus di capai dengan cara lembur kerja. Keterangan Overtime bisa dikarenakan kondisi barang yang banyak di cutting/di produksi sehingga untuk menghindari penumpukan barang, maka perlu untuk dilakukan lembur. Dikarenakan oleh tidak tercapai target waktu produksi sehingga diperlukan untuk lembur Waktu shipment yang dekat tapi target tidak tercapai sehingga untuk mencapai pengiriman tepat waktu diperlukan lembur, pengiriman yang tidak tepat waktu akan menyebabkan biaya tambahan bagi perusahaan apalagi export karena harus memesan argo pengiriman yang lain agar barang cepat sampai kepada buyer apakah menggunakan kapal laut atau pesawat terbang. 14. Pola baju adalah pola yang digunakan untuk membuat satu baju dengan model tertentu, misalnya pola untuk membuat baju daster size XL biasanya pola baju untuk garment setelah acc di buat dalam bentuk software setelah itu di buat marker untuk partai besar 15. Sewing adalah istilah dalam industri garment dalam proses menjahit, setelah dari bagian cutting kain dipotong, panel kain sudah di seri tinggal panel tersebut di jahit di bagian sewing sampai menjadi suatu produk jadi contoh baju panjang, daster, kaos dll. 16. Pocket adalah saku dalam baju 17. Lining adalah bagian pelapis daripada baju 18. Hoodi adalah topi dalam jacket 19. Style adalah model garment yang akan dipesan oleh pembeli baik itu model jacket, daster, baju kaos dll20. Warehouse adalah tempat penyimpanan barang kain mentah yang datang dari supplier, misalnya kain datang dari supplier textile maka kain tersebut akan dilakukan pengecekan barang dengan surat jalan dari supplier apakah sesuai atau tidak. Setelah kain akan disimpan di rak yang sudah disediakan. Nah, istilah istilah dalam industri garment perlu untuk dipelajari jika pekerjaan teman teman masuk dalam industri tersebut atau teman teman akan melamar pekerjaan.
Seperti sudah menjadi tanggung jawab seorang operator quality control agar tak hanya mampu bekerja dengan mengecek kualitas, tapi juga mengerti apa-apa saja yang ada di ruang lingkup QC tersebut. Dengan salah satunya dalam hal istilah-istilahnya. Dimana perkembangan bahasa yang semakin maju dengan kerumitan yang cukup komplek menjadikan istilah dalam bidang QC sebuah tantangan tersendiri. Nah, bagi anda yang ingin tahu apa saja istilah dalam ruang lingkup Quality Control. Berikut ulasannya. 1001 Istilah Dalam Quality Control QC SINKMARK Product Yang dihasilkan dekok/legok tdk rata. SHORTMOLD Product yang dicetak tidak sempurna kurang material FLASH/BURR Product yang dihasilkan melebihi dari hasil cetak. WARPING Product mengalami bentuk yang bengkok. WELDLINE Product yang dihasilkan terdapat garis yang tebal dan memanjang. DENTED Product yang dihasilkan cacat atau ada luka proses. BROKEN Product mengalami patah dan pecah. CRACK Product retak. FLOWMARK Product yang dihasilkan mengalami bentuk/tanda yang bergelombang SHRINKAGE Product yang dihasilkan mengkerut atau menyusut BUBBLE Product berbentuk ada tanda gelembung SILVER STREAK Semburan warna perak BLACK DOT Tanda bintik hitam WHITE DOT Tanda bintik putih STRIPE Ada tanda belang OIL MARK Ada bekas minyak HIGH GATE Gate yang dihasilkan Tinggi WHISKER Pada product terdapat sisa product lebih seperti rambut. BLUSHING Warna pada product kemerah-merahan DEFORMATION Perubahan bentuk dari aslinya. BOW Ada bentuk haluan pada product DISCOLOROTION Perubahan warna MIX CAVITY Product tercampur DIRTY Product kotor SHORTAGE Kurang quantity pada product DEFLECTION Product mengalami bentuk melintir BUSHING LINE Pada product ada bentuk garis seperti cincin EJECTOR MARK Pada product ada bekas ejector yang menonjol diproduct OPEN UP Mengembang UNEVENNES Pada permukaan product tidak rata UGLY SURFACE Permukaan pada product tidak bagus FRAGILE Muda pecah SHINE Berkilau/bercahaya SHARP EDGE Pada product pada tepi tajam FUNZZ LINT MARK Terkena minyak/pelumas FINGER PRINT Ada tanda bekas tangan GLUE STAINT Kotor akibat lem WRONG PARTS Salah komponen MISSING PARTS Komponen yang lepas MATERIAL MISUSE Salah material PACKING MISTAKE Kesalahan packing COLOR NOT STANDART Warna tidak standar COLOR VARIATION Variasi warna FADING MARK Kehilangan warna/luntur/meleber MOTTLES Bercoreng/corek/burik/kasar FOGGY Berkabut/sedikit gelap PITTING MARK Proses yang kedua POOR STAMPING Salah dekorasi SQUEAK SWIVEL Bercak di lubang SMOOTH Stamping tidak penuh WOBBLE Cacat dekorasi MOLD POCK MARK Jarak/jarak pemisah STEP/MISALIGNMENT Langkah FUNGTION FROBLEM Malah pada pungsi product SQUEAK SWIVEL Decit/derit putaranberderit SMOOTH Halus WOBBLE Goyangstabilitas goyang MOLD POCK MARK Bercak/noda akibat mold release OFF CENTER Tidak lurus/tidak center UNEVENNES THICKNESS Tidak rata ketebalannya SCUFF MARK Lecet DEPECTS/UNDER CUTTING Cacat dari pemotongan LONG GATE Gate yang panjang WAVINESS MARK Bergelombang WATER MARK Bercak air IMPACT DENTED Benyok akibat tabrakan COLLAPSED THREAD Ulir yang bergelombang CRAZE/SPLIT Robek/sobek PART BREAK Komponen yang patah CLOSE HOLE MARK Lubang yang tertutup IMPROVEMET/KAIZEN Perbaikan secara berkesinambungan dan terus menerus ACCEPTANCE Persetujuan LIMIT SAMPLE Batas contoh APPROVE SAMPLE Contoh yang disetujui STANDARD SAMPLE Contoh yang distandarkan PRODUCT DEFECT Kerusakan pada product PREVENTIVE ACTION Tindakan CORRECTIVE ACTION Tindakan perbaikan PROBLEM/TROUBLE Masalah PROBLEM SOLVING Pemecahan masalah VERIFICATION Penelusuran CAUSED Penyebab QUALITY CONTROL Kualitas pengendali ASSURANCE Penjamin QUALITY DEVELOPMENT Perkembangan kualitas ON-HOLD Product yang tunggu keputusan PASS-ON Product yang OK REJECT Product tidak bagus NO GOOD NG Product tidak bagus INSPECTION Pemeriksaan IMPLEMENTATION Pelaksanaan dilapangan Ac Acceptance number Jumlah yang bisa diterima Re Rejection number Jumlah yang tidak bisa diterima AQL Acceptance Quality Limit Check Sheet Work Sheet Lembar Kerja Repair Perbaikan Welding Tambal penambahan material dimold MOLD Cetakan DIMENTION Ukuran THICKNESS ketebalan SPECIFIED Ketetapan/Ketentuan DRAWING Gambar CONVEX Cembung CIRCUMFERENCE Lingkaran SECTION Bagian ETCHING Sketsa/Penggoresan MANUSCRIP Naskah SPECIFICATION Bagian-bagian dari isi SURFACE Permukaan DATUM PLANE Bidang Data RADIUS Jari-jari lingkaran DRAFT Konsep ELLIPSE Bulat panjang EMBOSSING Timbul/muncul BACK VIEW Pandangan belakang LEVEL Tingkat LIMIT Batasan JUDGEMENT Keputusan REWORK Pengerjaan Ulang RECHECK Pemeriksaan Ulang RANDOM Acak RANDOM SAMPLING Pemeriksaan secara acak WEIGHT Berat OVERTIME Lembur TRIAL Percobaan INTERNAL Bagian dalam EXTERNAL Bagian luar PROBLEM Masalah DEFECT Kerusakan TROUBLE Masalah COUNTERMEASURE Penyelesain/Penanganan Masalah PROCEDURE Prosedur/Langkah-langkah WORK INSTRUCTION Intruksi kerja QUALIFICATION Persyaratan BLANK Kosong WORK INSTRUCTION Intruksi kerjaQUALIFICATION PersyaratanBLANK Kosong LOT Jumlah Produksi DIGUNAKAN DINEGARA AMERIKABATCH Jumlah Produksi DIGUNAKAN DINEGARA INGGRISISO The International Organization For StandardizationAUDITEE Organisasi/Perusahaan yang di auditAUDITOR Orang yang mempunyai kualifikasi melaksanakan AuditCATATAN MUTU Bukti dari pelaksanaan kegiatan yang dituangkan dalam formatKALIBRASI Serangkaian kegiatan yang membentuk hubungan antara nilai yang ditunjukkan oleh instrument pengukur atau sistepengukuran atau nilai yang diwakili oleh bahan ukur, denganilai – nilai yang sudah diketahui yang berkaitan dari besaran yang diukur dalam kondisi tertentu. MATERIAL RESIN Bahan baku biji plastikMR Managemen Representative/Wakil managemenEXPIRED KadaluarsaTEMPORARY Bersifat sementaraAPPREARANCE Kelihatan, PenampilanRELIABILITY Hal tahan ujiNON CONFORMITY KetidaksesuaianASSESMENT PenilaianVISUAL Berdasarkan penglihatan
istilah istilah dalam qc garment