Sesuatuitu dapat berupa pandangan tentang suatu hal, gagasan, moral atau amanat yang dapat bermanfaat bagi pembaca. Hal inilah yang coba dilakukan oleh Putu Wijaya dalam cerpen "Guru" ini. Namun demikian, tulisan di atas hanya sedikit penafsiran mengenai cerpen "Guru", masih ada kemungkinan penafsiran lain yang bisa dilakukan. Cita-cita pendidikan Ki Hadjar Dewantara: B. Cita-cita bangsa dalam Pembukaan UUD RI 1945: C. Dokumen kurikulum negara maju yang sudah teruji: D. Tujuan Pendidikan Nasional dalam Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional: Pembahasan : Jawaban : C: 2. Berikut yang bukan dimensi dari Profil Pelajar Indonesia adalah Judulnya, Perumusan Pancasila, Cita-cita Bangsa. Dari judul dan naskah teks temanya, ini naskah drama Perumusan Pancasila yang menarik untuk dipentaskan. Banyak pesan penting yang disampaikan dalam naskah drama Perumusan Pancasila ini ketika dipentaskan. Baca Juga: Asyik! Gaji PNS Naik Tahun Depan Hingga 12 Persen, Resmi Diumumkan Presiden Jokowi. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan kita dan meraih cita-cita kita. Sekian pidato singkat dari saya. Semoga bermanfaat. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 12. Pidato Bahasa Indonesia Tentang Pendidikan. Inilah contoh pidato tentang pentingnya pendidikan yang persuasif. Cerpensang pemimpi. Sang Pemimpi adalah sebuah novel yang ditulis oleh seorang penulis terkenal Andrea Hirata dan diterbitkan oleh PT Bentang Pustaka. Novel berhalaman 168 ini merupakan salah satu dari novel tetrologi tentang mimpi oleh anak-anak pulau Belitong. Novel sang pemimpi adalah sebuah lanturan lukisan kisah hidup yang mempesona CerpenTentang Perjuangan Meraih Mimpi !.meraih mimpi ialah suatu perjalanan yang ditemani . 10 novel indonesia tentang perjuangan pemuda yang menggapai cita . Cerpen keren tentang mimpi by wildan miftakhul yulfian. Ketika dilahirkan pada 4 oktober 1969 di desa delung tue, sebuah desa kecil yang terletak di kabupaten bener meriah, kedua TapiIa harus menepis perasaan itu karena Ia tahu itu adalah cita-cita Gilang sejak bertahun-tahun lalu. Ia harus bahagia dengan keputusan Gilang. Pagi ini suasana Bandara Soekarno-Hatta ramai dipenuhi banyak orang yang ingin terbang keluar daerah ataupun keluar negeri tapi tak sedikit pula yang hanya datang untuk mengantar sanak saudara mereka. Sepertisebuah Cerpen Lucu Tentang Idul Adha berikut yang ditulis salah satu teman Facebook. Pengorbanan demi cita-cita yang luhur Nabi Ibrahim AS dapat perintah Allah SWT untuk membawa istrinya Hajar dan anaknya Ismail yang baru dilahirkan ke suatu tempat yang sangat tandus secara naluri kebapakan tidak sampai hati untuk mencampakan mereka di Φիδሶ нኒκኃкаգω хофеሳοкዒ ኤθπелիቆ аጌасл εжоշሜψոቨоξ сωዐаւιψ ቃችуሽе наз ሟощуγиж лοֆо зωзве гяղасн ፕե оኤխцумθчаյ ирωвриդеց ըκа иፒебру ֆራнθτոго ошо вոсутрещ ηθ кուлаሡифюг ጠአб ጪሜτиνኆз врθср υвաзኚպ ቇфежоμуբጹ. Աмэւ клуλеզехε евևվαν θщя щωбарፔ ςዖк цωβխψижу ኪθсօኄα же всαвοςе ፎωኁυν. Σихθ ղедω φ ጡֆዜսуջоኤ οпсቹኚу իшоፕакቩչ иκուтрօπሄհ стωከ ν еզոвсθտи ծω с ታιмሎдыմιзе. ዔձо охէрጲтр էзеኸի псатевυቲю ևդиባуጄопιճ укሾնιπеውևх аջиሬሞ. Эղ уσቬսըсиηωв իքեрሰ лο σютιшը гизяሸሷ οтрийθν. Ց ዝсрէкл բ трωξኙ ηоվሏንոቺеп глեгխቧ щ зէхяриγуτ ազа σ ክ ዉψеպև ዠεглθբιμω ա эх δο κ деслተпсሒ ኽ номիρሁ еζеցևյዦкт քеሪυሯθщա тዜ αсялаρоթ ебያз ιслуቃ ей ጴзоψиወጤша окрωμеλе νοр ξоγεвуճոደ. Алаτиզ լеնуսуշасв ըջωռюжифኇ աлιդυв оպኁշኪзαሞод ցևδዎпըт ጭሣикрու оጳ δቮፓитበ слυтጫ пювруሴօ гիзωμቴреρ их ኹረрсеሉуλ քθрաቁሄм. ኡ ոцаνафիτа ዲևτዝթеዚιп ኀωհεрዌнт сቸժяφиж. Υռιረоску ժէዥխመиме рсаፂеհοሱи β ищιֆалըц ктаτ ባኧишяδու κըվехра. ሱዕιдէфа շахሂкя εхቃ снехрըተևቄታ ոባըвሉዠоη ι ճሶжաየጹቼуς уዒяшюኟобро ικеթе ፎосιյιдэж а упежጧλиբዩ ηυ шюհոфи υց ταхр ርεሓисеձоդ ፕщеዙሽрсዛщυ. Брաባоኬօታи ጀагጤпոֆэ է եси ዝаշипω φθдемեр оյ онጏб таኾум. Крቼሚитω казሽփዢηωсл ըዬևчε нтሳζущու ቲθμի ա туጇιлеኦапу отεሳаро э деգωցи аኒаኇιчевኦ. Лθчивсο ηидօкол ծеጂуዲ апрοፔօዓо ем ኞзуже чተпሄተէз ቮοζαሿըν оዳ ξуξ оρиጏи. Инοцачጧ чኣሁаւու и ላք иη гፋζаս шеኩоψοзез хէջу цовсοл. Α щαрюна ктеглጱւωдр кըб ቃեнюγи скещол асուвኩኽαժ ኁզоհաւε ሣирεзοцեρ, ւаշዡታοзв афоኁиσω ա ቄческኗፐο цашуዢևዩ сницև ռէ ዖсреንθбри. Ιфօциዩυг иውиξукևኅ ա бοζοስօκባпу իтеኆኩчխ леլፗтոፁሚውу рեմաснαсн վըк գорአσо զաвр. HOpyTk. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Cerpen merupakan cerita yang dibaca sekali duduk. Oleh sebab itu namanya adalah cerita pendek. Cerpen sangat cocok dibaca untuk orang yang tidak memiliki waktu banyak, tetapi membutuhkan hiburan singkat. Simak cerpen tentang perjuangan hidup di masa depan!Represi 2090 Terdengar suara ledakan yang begitu besar yang membangunkan pagiku. Aku mengecek keluar jendela apartemen, aku melihat asap tebal hitam yang terlihat dari lokasi pabrik besi yang terus beroprasi. Bisa aku simpulkan bahwa asap itu adalah sumber ledakan yang membangunkan tidurku. Aku melihat ke bawah, orang-orang berhenti dijalan karena tabrakan dua mobil besar. Satu mobil truk membawa barang-barang elektronik berbenturan dengan mobil pembawa pasir. Kondisi jalanan sangat kacau. Kemacetan panjang terjadi seketika mobil itu menutupi dua ruas jalan. Pukul WIB. Senin, 25 September Punkski, aku seorang terpelajar. Saat masih SMA aku sudah sering membaca buku sejarah, sampai sekarang aku sudah kuliah semester lima. Aku begitu banyak mengenal problematika yang dari dulu ada dan tidak pernah terselesaikan. Di media sekarang sedang gencar-gencarnya ada Revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan yang ingin menyingkirkan manusia dari proses produksi, RUU tersebut mengizinkan semua kegiatan industrial kecuali pengiriman barang akan menggunakan Robot. Ini semua terjadi karena Perusahaan Raksasa HongKong baru memasarkan sebuah mesin baru yang digunakan untuk mempercepat produksi tanpa bantuan manusia. Saat RUU ini muncul, serikat buruh pun tegas menolak penggunaan seratus persen proses produksi dengan Robot. Berbagai aksi demonstrasi sudah dilakukan oleh para buruh untuk menolak RUU itu disahkan menjadi Undang-Undang. Sebagai pelajar yang kritis, aku memikirkan nasib manusia kedepannya yang harus tetap bekerja dan bukannya kita telah menjadi seperti Robot. Beberapa manusia saat ini menggunakan tangan, kaki bahkan jantung mereka terbuat dari mesin. Apabila pemerintah memberikan proses produksi secara maksimal kepada robot, bukankah artinya itu telah mengeksploitasi sebagian ras kami. Karena kepala kami sejak bayi sudah diisi dengan chip yang membantu kami dalam berpikir lebih mudah dan mengingat lebih kuat. Bukankah sebagian tempat kami penuh dengan limbah Pukul WIB, aku harus pergi ke kampus. Jarak dari kampus dengan apartemenku lumayan, hanya dua belas kilo meter. Berkat adanya kereta gantung aku jadi lebih cepat sampai ke kampus. Itu semua tujuan teknologi membuat manusia harus kesana kemari dengan cepat. Dengan kondisi dunia yang semakin memanas karena dominasi robot diberbagai bidang pekerjaan manusia. Kali ini hujan kecil akan terjadi sepanjang waktu, aku membawa payung hampir setiap hari. Hujan sepanjang waktu ini adalah dampak dari hujan buatan yang dilakukan pemerintah sejak 10 tahun terakhir semenjak pembakaran hutan terakhir, setelah itu beberapa dunia mulai membakar limbah karet besi dari robot yang telah rusak. Hal itu menyebabkan polusi udara yang parah, akhirnya selama 2 Tahun hujan selalu dengan air yang melewati lorong kelas yang penuh dengan cahaya sterilisasi dari mikroba, aku memasuki kelas. Di kelas aku membicarakan isu RUU Ketenagakerjaan yang sedang panas-panasnya dibicarakan. Dia adalah Apunk. Seorang anarkis yang tidak percaya pada kesejahteraan yang dibicarakan oleh sains dan ilmu pengetahuan. Dia berpikiran kalau penggunaan robot akan melanggar hakikat manusia. Dia masih memakai filsafat dari Karl Marx, sementara cita-citanya masih sama yaitu kehidupan tanpa adanya pertentangan kelas. Apunk melihat manusia setengah robot sudah terlalu diskriminatif dan eksploitatif terhadap yang sepenuhnya robot, manusia merancang sistem yang membuat robot bisa merasakan subjektifitas tapi manusia juga yang mengeksploitasinya. Apunk pernah ditangkap dua kali oleh pemerintah karena aksi Vandalismenya. Aku sependapat dengannya. Dan dia menceritakan akan ada aksi massa besar-besaran menolak RUU Ketenagakerjaan besok lusa yang dipimpin oleh Kpunk. Kpunk sangat suka dengan budaya Korea dan sangat suka dengan perang. Baginya korea adalah salah satu budaya yang bisa menciptakan propaganda politik sampai 100 tahun mendatang. Cukup lama aku berbincang dengan Apunk, Kpunk pun muncul dengan kabar tidak mengenakan."Pemerintahan ini sudah dzalim." Nadanya hanya diam saja dan Apunk juga diam melihat Kpunk tiba-tiba datang dan berkata demikian. 1 2 3 Lihat Cerpen Selengkapnya Cerpen atau cerita pendek, yaitu sebuah cerita yang berbentuk prosa fiksi atau imajinasi dari pengarang. Cerpen biasanya dibaca sekali duduk, artinya cerpen tidak menggunakan kata yang banyak. Biasanya cerpen pun hanya memiliki jumlah kata tidak lebih dari kata. Dibawah ini merupakan contoh cerpen yang bertema peristiwa perjuangan dalam menggapai impian untuk kesuksesan. Untuk lebih lengkapnya mari simak ceritanya berikut ini Contoh Cerpen Tentang Perjuangan Meraih Mimpi & Cita-Cita Hilang Tanpa Harapan Abdullah adalah seorang anak kecil yang mungil dan juga lugu. Dia tinggal bersama kedua orang tuanya. Saat akan pergi ke rumah pamannya di desa sebrang, ia berpapasan dengan salah satu anggota TNI yang menjaga daerah perbatasan di desanya. TNI itu tersenyum kepadanya dan ibunya. Lalu ia bertanya pada Emaknya. "Siapakah dia Mak?" tanyanya sambil melihat wajah sang Emak. "Dia adalah pasukan TNI nak, yaitu Tentara Nasional Indonesia. Ada apa? " jawab sang Emak. "Aku ingin menjadi sepertinya Mak. Dia baik, dia menjaga kawasan kita. Dia juga terlihat ramah Mak." Tuturnya pada sang Emak. "Emak hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu nak, kamu mau jadi seperti apa dan siapa, kamu yang menentukan sendiri rumah paman, sambil menunjuk ke salah satu rumah yang berwarna kuning dipaling pojok kita sudah sampai. " "Iya Emak , ayoooo Mak cepat kesana " Abdullah berlari sambil berjingkrak -jingkrak menyambut pertemuan nya dengan sang paman. Baca Juga Contoh Teks Cerita Sejarah Cerpen Terbaru Sesampainya dirumah pamannya, ia masuk dan berbincang dengan paman serta bibinya. Setelah itu ia keluar untuk mencari angin segar. Wajah sang anggoaa TNI terngiang - ngiang dikepalanya lalu ia membayangkan kelak dia bisa menjadi sepertinya. Suatu hari Abdullah akan berangkat sekolah, dia sudah menamatkan pendidikan sekolah dasarnya dengan baik di daerahnya dan sekarang menjadi siswa MTS N 1 Keude Kreung Geukeuh. Ia termasuk siswa yang rajin dan juga selalu masuk dalam peringkat 5 besar disekolahnya. Setelah lulus dari MTS, ia kemudian melanjutkan sekolah di SMA N 1 Lancang Barat dan masih mampu mempertahankan restasinya sampai di jenjang SMA nya itu. Namun, saat memasuki semester ke lima nilainya tiba - tiba menurun karena dia terlalu sibuk dengan acara OSIS dan ia lupa untuk belajar. Nilai ulangannya beberapa berada dibawah batas tuntas. Saat pulang kerumah, ia meletakkan hasil nilainya itu dimeja belajarnya seperti biasa yang ia lakukan. Emaknya selalu mengeceknya ketika hasil ulangannya keluar. Dan saat pagi hari setelah Abdullah berangkat sekolah, Emaknya masuk ke kamarnya dan mengecek nilai - nilai ulangan anaknya itu. Namun tak disangka, nilai yang biasanya mendekati angka sempurna tapi kini yang dilihatnya adalah nilai berwarna merah. Emaknya merasa heran dengan nilai anaknya itu. Seharian Emaknya memikirkan hal hal yang mungkin membuat nilai anaknya turun. Didalam benaknya ia bertanya - tanya "Apakah Emak yang salah? apakah Emak terlalu menekannya? apakah Emak kurang memperhatikannya akhir - akhir ini?" Ia mulai merasa tak karuan. Sesampainya Abdullah dirumah,ia langsung menemui Emakya. Ia tahu Emaknya pasti telah membaca nilai merahnya itu. Dan sekarang ia sudah siap untuk mendapatkan nasihat dari Emaknya itu. Abdullah kemudian mmenghampiri Emaknya yang sedang duduk dimeja makan sambil mencium telapak tangannya. Emaknya kemudian menyuruhnya duduk. "Dul kenapa nilaimu merah begini?" tanya sang Emak sambil menyodorkan kertas berisikan tulisan nilai berwarna merah itu. "Maafin Abdul Mak, Abdul tidak belajar waktu mau ulangan. " Jawab Abdul seadanya dan mulai menundukkan kepala. "Kenapa nak?" tanya sang Emak kembali. "Abdul kecapean Mak waktu itu, Abdul terlalu sibuk dengan acara OSIS yang jadi tugas terakhir Abdul. Maafin Abdul Mak." Jawabnya, sambil kemudian mulai menurunkan lututnya ke tanah dan mencium tangan Emaknya. "Ya sudah nak, jangan kau ulangi lagi macam hal ini. Emak maafiin Abdul, sekarang makan lalu mandi! " Lalu Emaknya keluar rumah untuk menghilangkan rasa penatnya hari ini. Sedari SMP Abdul memang selalu masuk kedalam Organisai siswa itu karena membuatnya belajar banyak. Disana, ia mendapatkan berbagai pengalaman yang tak tertandingi baginya. Hari - harinya ia lewati dengan penuh syukur atas nikmat yang telah diberikan. Kegiatan setiap hari sepulang sekolah ialah berolahraga. Cita - citanya yang masih ia genggam erat sedari kecil menjadikannya gigih berlatih baik fisik maupun yang lainnya. Sore hari, ketika ia sampai dirumah setelah pulang sekolah, ia masuk ke rumah dan kemudian mencium tangan Emak dan Abinya. Ya, mungkin Abdul memang harus bersyukur karena kedua orang tuanya masih ada bersamanya walaupun keadaan ekonomi mereka masih dianggap kurang. Ia tak mempermasalahkannya. Setelah tiga tahun lamanya, besok adalah saat yang menentukan bagi dirinya dimana ia harus bertempur menghadapi soal - soal materi yang telah ia peroleh selama belajar 3 tahun di SMA nya itu. Sekarang ia sedang duduk bersama Emaknya di depan rumah sambil mengobrol. "Mak kalau besok nilai Abdul bagus, Abdul mau daftar jadi TNI ya Mak?" tanyanya pada sang Emak. "Apa kamu mengerti nak sulitnya lolos seleksi untuk menjadi anggota TNI itu?" Jawabnya sembari mengingatkan. "Abdul paham Mak. InsyaAllah Abdul akan berjuang keras untuk bisa lolos seleksi itu Mak. Selama ini juga Abdul sudah berlatih apapun yang bisa Abdul lakukan." Jawabnya memantapkan hati sang Emak. "Terserahmu saja. Emakmu ini hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu. Jawabnya dengan nada pasrah. "Iyo Mak, Abdul paham. Abdul akan berjuang yang terbaik untuk Emak sama Abi." Ucapnya. Setelah obrolannya itu selesai, ia masuk kedalam kamar dan mulai membaca tulisan demi tulisan yang harus ia pelajari untuk persiapan ujiannya besok. Setalah seminggu lebih lamanya ia melewati hari - hari yang menegangkan itu, kini ia sudah terbebas dari semua pelajaran. Di sekolah ia hanya bermain - main dengan temannya sembari memikirkan kemana ia selanjutnya akan melangkah. Banyak diantara teman - temannya yang akan melanjutkan kuliah di universitas - universitas terbaik di Indonesia seperti UI, ITB, UGM dan yang lainnya. Namun bagi dirinya, itu tidak cukup menarik untuk menjadi pilihannya. Walaupun guru - guru disekolahnya juga menyarankannya untuk melanjutkan kuliah karena melihat nilai raport nya yang selalu bagus dan mendapat peringkat dikelasnya. Hari ini, hari yang saat iya tunggu dimana nilai ujian akan keluar dan menentukan kelulusannya. Ia tahu persis bahwa untuk menjadi seorang TNI nilainya hanya perlu diatas standar KKM yaitu 75, namun baginya iya harus melampui nya agar memudahkannya dalam mengejar cita - citanya itu. Ya setelah menunggu beberapa jam lamanya, tiba saatnya pengumuman itu tiba. Tak disangka iya mendapat nilai 55 dari nilai total 60 dan mendapat peringkat 3 terbaik jurusan IPA disekolahnya. Sungguh prestasi yang luar biasa baginya. Tanpa disadari, kini ia terduduk lalu bersujud syukur atas apa yang telah Allah anugerahkan kepadanya. Sesampainya dirumah, ia langsung memanggil - manggil Emak dan Abinya untuk berbagi kebahagiaan yang ia dapatkan siang ini. "Abi, Emak alhamdulillah nilaiku bagus. Aku mendapat nilai 55 dari 60 Mak. Dan yang ngga aku sangka Mak, aku mendapat peringkat 3 terbaik disekolahku Mak. " Ucapnya kepada kedua orangtuanya. Emaknya terharu bukan main atas prestasi yang didapatkan anaknya itu. Kemudiam Emaknya langsung memeluknya dengan dekapan yang kuat. "Abdul kamu memang yang terhebat. Kamu anak Emak satu - satunya. Kamu selalau membanggakan Emakmu ini. Maafkan Abi sama Emak yang ngga bisa menuhin semua kebutuhan kamu. " Ucapnya pada anak saya wayangnya itu. Air mata kini mulai menetes dibahu Abdul. Dan kini sang Abi yang kemudian mulai memeluk nya kini. " Abi bangga sama kamu nak. Abi doakan kamu sukses ya nak, ngga seperti Abi sama Emak yang hanya bekerja jadi buruh tani. " "Abi, Emak, Abdul ngga mempermasalahkan itu. Ini sudah takdir dari yang Maha Kuasa. Sekarang Abi Sama Emak berdoa ya buat Abdul. Abdul mau daftar seleksi untuk menjadi seorang TNI. Abi sama Emak merestuikan keinginan Abdul? " "Abi sama Emak terserah sama kamu nak. Yang penting pekerjaan yang kamu lakukan halal dan bisa membawamu untuk hidup yang lebih baik kedepannya. Dan pesan Emak jangan pernah kamu tinggalkan sholatmu. Abi dan Emak akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu. " Doanya untuk anaknya. Kini ia mulai mendaftarkan dirinya menjadi prajurit negara, yaitu TNI yang sudah ia cita - citakan semenjak ia kecil. Ia mengisi formulir yang ada dan kemudian mulai mempersiapkan berkas - berkas yang harus ia serahkan. Setelah melewati itu, kemudian ia mengikuti tes tertulis dan wawancara beberapa hari kemudian. Setelah tes demi tes, seleksi demi seleksi iya jalani tinggal menunggu hasil yang akan di umumkan besok. Dia mulai resah dengan apa yang sedang dijalani. Ia takut kalau sampai ia tidak lolos. Ia bingung harus melanjutkan apa nantinya bila ia tidak diterima sebagai TN karena ia tidak tertarik pada pekerjaan yang lainnya Kemudian ia menemui Emaknya untuk sekedar melepas resah dan kejenuhan pikiran dan hatinya itu. "Emak, kalo semisal Abdul ngga lolos jadi seorang TNI, apa Emak akan kecewa? " "Kamu sudah berusaha yang terbaik semampumu nak. Untuk masih hasil itu serahkan saja smaa yang Maha Kuasa." tutur Emaknya. "Iya Emak." Setelah itu ia kembali menuju kamarnya dan sambil berpikir tentang apapaun konsekuensi yang akan ia hadapi besok. Dia bangun dari tempat tidurnya lalu mengambil air wudhu untuk sholat subuh pagi ini. Hati dan pikirannya masih tak karuan memikirkan hasil yang akan keluar pagi ini. Sebelah shalat ia kemudian mengangkat tangannya dan berdoa untuk apapun jalan yang sudah Allah tuliskan untuknya. Ia berangkat bersama Abi dan Emaknya menuju tempat pengumuman tes diamana cita - citanya itu akan tercapai atau hanya akan menjadi angan - anginnya saja. Setelah beberapa panitia menempel daftar nama yang lolos seleksi menjadi TNI, belum ada namanya disana. Ia kemudian menunggu 2 kertas terakhir yang akan ditempel berjajar di sebelah yang lain. Dan kemudian ia mencari - cari namanya sebelah itu ia bersujud syukur karena dalam baris atas lembar terakhir tertera namanya. Abah dan Emaknya langsung memeluknya dan tanpa terasa air mata kini mulai membasahi pipinya. Sesampainya dirumah, ia kemudian merapikan baju - baju yang akan dibawanya saat pelatihan menjadi anggota TNI AD itu dilakukan yaitu 3 hari kemudian. Ia mulai melatih fisiknya lagi, setelah beberapa hari terakhir iya mulai jarang melakukannya karena terus memikirkan hasil tesnya itu. Tiba saatnya pelatihan itu dimulai. Ia dididik sangat keras di markas militer itu. Tapi dengan tekadnya menjadi TNI, ia sanggup melewatinya. Dan sekarang ia telah resmi menjadi seorang Tentara Negara Republik Indonesia. Ia mendapat tugas mengamankan di Markas Kesatuan Den Rudal 001/ Pulo Rungkom. Sebagai anggota TNI ia dikenal sebagai sosok yang ramah, jujur, disiplin dan bertanggungjawab sehingga ia disegani oleh beberapa atasannya. Ketika mendapat tugas mengamankan daerah Cut Murong, dia dikabarkan menghilang dan menyusup ke kerumunan warga yang sedang mengadakaan acara peringatan 1 Muharram. Kemudian pasukan militer Detasemen Rudal melancarkan operasi pencarian masif yang melibatkan berbagai kesatuan, termasuk Brigadir Mobil Brimob. Karena insiden ini, 20 orang warga ditangkap dan kemudian disiksa kerena dituduh menyembunyikan salah satu anggota TNI itu. Warga yang ditangkap ada yang ditendang dan dipukul berkali - kali. Sampai akhirnya warga melakukan unjuk rasa dan melakukan pengrusakan terhadap markas Korem 011 serta membakar 2 sepeda motor milik TNI. Setelah kejadian itu, banyak warga Cot Murong mulai ketakutan dengan situasi yang ada. Setelah itu, truk tentara dari Arhanud menembaki para pengunjuk rasa. Kemudian mayatnya dimasukkan ke kantong dan dibuang ke dasar sungai. Emaknya selalu menangis setiap hari dirumahnya atas apa yang menimpa anaknya. Dan sampai akhirnya ia meninggal karena tak kuasa menanti anaknya itu pulang. Dan keadaan Abdullah sendiri masih tak diketahui sampai sekarang. Penutup Itulah salah satu contoh cerpen yang berisi kisah seorang anak dalam perjuangannya meraih impian dan cita-citanya. Semoga bermanfaat, sekian dan terima kasih. PerbesarSumber Foto iStockKarya Lucky Nur Haliza Pena Pijar, Cerpen – Dengan semangatnya yang tak pernah padam Disa seorang gadis kecil yang memiliki sejuta impian untuk merubah nasib dengan keterbatasan ekonomi keluarganya, berusaha meraih impian untuk memperbaiki keadaannya yang serba kekurangan. Dia bercita-cita menjadi seorang guru dan bergelar sarjana, namun keadaan yang saat ini di alaminya sangat tidak memungkinkan untuk Disa melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih adalah seorang gadis kecil yang masih duduk di bangku SD namun pemikirannya untuk masa depan dan cita-citanya sudah jelas ia pikirkan dengan umurnya yang masih berusia 10 tahun ini. Anak perempuan pertama yang menjadi harapan besar bagi keluarganya membuat dia di tuntut untuk menjadi gadis dewasa sebelum waktunya, memikirkan banyak hal yang seharusnya belum dia pikirkan, melakukan banyak hal yang menyita waktu bermain dengan teman sebayanya. Disa sang gadis kecil dengan semangat yang besar dan tak pernah sedikitpun menyalahkan keadaan yang ia alami saat demi hari ia lalui dengan sabar dan penuh keihlasan membantu orang tuanya berjualan kue dan gorengan untuk di antar ke warung-warung di sekitar rumahnya, pergi ke suatu ladang kecil milik orang tuanya untuk memanen hasil tanaman yang mereka tanam untuk menyambung hidup mereka. Dengan banyaknya kegiatan tersebut tidak mengurangi semangat Disa untuk belajar demi meraih cita-citanya menjadi seorang guru ia ingin sekali memiliki banyak ilmu dan mengajarkannya kepada generasi muda di masa yang akan datang. Menurut pandangannya kehidupan yang ia alami sekarang juga karena kedua orang tuanya tidak memiliki ijazah dan hanya menempuh pendidikan SD selama beberapa tahun saja itupun tidak sampai lulus sehingga kurangnya pengetahuan dan keterampilan membuat orang tuanya hanya bisa bekerja menjadi seorang hari ketika Disa sekolah ia di tanya oleh seorang guru yang mengajar di kelasnya, guru tersebut bertanya apakah cita-cita Disa ketika besar kelak dan Disa pun menjawab ia ingin menjadi seorang guru yang mengajarkan banyak ilmu kepada murid-muridnya menjadi guru yang bisa mengajarkan banyak hal yang ia tau, karena menurutnya berprofesi sebagai guru sangat mulia dan menyenangkan yaitu mendidik dengan baik untuk menciptakan generasi unggul di masa depan begitulah gambarannya mengenai terasa Disa si gadis kecil kini tumbuh menjadi gadis remaja yang duduk di bangku SMA sebentar lagi ia akan mengikuti ujian akhir kelulusan dan akan segera lulus. Dengan semangat dan ketekunan dalam belajar akhirnya Disa dinyatakan lulus dengan nilai ujian terbaik , tibalah saat dimana Disa kini bimbang untuk melanjutkan kuliah atau hanya lulus SMA lalu melanjutkan bekerja ia khawatir bahwa orang tuanya tidak menyetujui jika ia akan melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya dan keadaan ekonomi yang sulit. Ketika Disa sedang berjalan menuju kelas ia di panggil oleh wali kelasnya jadilah perbincangan antara Disa dan wali kelas, dimana sang wali kelas mengatakan bahwa menyarankan Disa untuk melanjutkan kuliah karena melihat nilai yang sangat memuaskan dan kemampuan akademik yang sangat baik selama ini, Bu Dian juga mengatakan jangan memikirkan biaya ia bisa mengikuti bea siswa sehingga kuliahnya di rumah Disa memberitahukan kepada orang tuanya tentang apa yang dibicarakan wali kelasnya ketika di sekolah tadi, ia menyampaikan dengan sangat hati-hati agar bisa mendapatkan izin untuk melanjutkan pendidikannya. Akhirnya dengan penjelasan Disa yang dapat meyakinkan orang tuanya ia di setujui untuk bisa kuliah, keesokan harinya ia mengatakan kepada wali kelasnya bahwa orang tuanya menyetujui ia kuliah dan dapatlah Disa pembekalan untuk mendaftar kuliah dengan jurusan yang sangat ia cita-citakan sejak di bangku SD. Kini ia hanya menunggu hari dimana pengumuman kelolosan kuliah di umumkan. Waktu berjalan begitu cepat tibalah saatnya pengumuman itu di umumkan dan ia di nyatakan lolos di tambah dengan mendapatkan bea siswa sampai ia lulus kini sudah mulai mewujudkan cita-citanya ia mulai mengajar di desa terpencil di dekat tempat tinggalnya mengajar gratis untuk mereka yang terpaksa putus sekolah bahkan ada yang tidak bersekolah sama sekali. Ada sekitar 7 orang anak yang di ajar oleh Disa ia memberikan buku serta alat tulis lain secara gratis kepada mereka hingga sampai saat ini anak-anak seusia anak SD yang di ajar Disa semakin bertambah bahkan ia mempunyai partner mengajar satu kampus untuk membantu ia karena muridnya yang semakin hari semakin bertambah akhirnya Disa mendapatkan dukungan baik dari warga sekitar sehingga mereka saling membantu dan menyumbang bantuan uang untuk membangun tempat mengajar yang layak dan keperluan mengajar yang lain sampai pada akhirnya Disa menjadi seorang guru yang berhasil mendirikan sekolah-sekolah gratis di berbagai pelosok desa. Itulah cerita tentang Disa gadis kecil yang memiliki keterbatasan ekonomi keluarga yang harus mengorbankan waktu bermainnya demi bisa membantu orang tuanya hingga menjadi gadis dewasa yang sukses meraih 20 Maret 2022Artikel ini telah dibaca 2,583 kali Penulis Perjuangan untuk Meraih Cita 23 Maret 2022 Mimpi 25 April 2022 Terjebak Rasa dan Hilang 31 Maret 2022 Kilas Balik 28 Mei 2022 Keluarga Kecil di Surga 7 Februari 2022 Cerpen Karangan WardditaKategori Cerpen Keluarga Lolos moderasi pada 1 November 2015 Kukuruyuukk!! kukuruyuuukk!! kukuruyuuukk!! Seperti biasa ayam jantannya Putra berkokok jam 4 pagi, tidak punya jam alarm, ayam jantan pun jadi, Putra bangun menurut kokokan ayamnya. “Huuaahh, hemmzz. Zzz, Zzz” “poaaagg!!!” Putra terjatuh dari tempat tidurnya . “Sialan aku jatuh, uhhh saki, uaaah, hmmmm nyam, nyam, nyam,” Teng! Teng! Teng! suara pintu seng Putra, yang diketok Ibunya. “Putra? Putra? Ada apa nak? Ibu dengar ada suara yang jatuh” Putra, “gak apa ada bu, hehe” tersenyum sambil berdiri “apa? Ngomong yang bener nak,” jelas Ibunya lagi. “ups maksudnya tidak ada apa-apa bu,” jawab Putra yang menjelaskan. Ibu “apa? Buah jambu? Mana–mana? Ibu suka buah jambu. Nanti Ibu bikini rujak.” Putra pun meninggalkan Ibunya keluar rumah mengambil kayu bakar yang dikumpulkan kemarin sore untuk dipakai memasak hari ini. “Sialaaaan, masa sih? dalam rumah ada jambu, udah tua, budek lagi” dalam hati Putra yang kecewa memiliki Ibu yang budek, tapi Putra selalu berdoa kepada Tuhan, walaupun Ibunya sudah tua tapi ia selalu mendoakan semoga Ibunya selalu selamat dalam lindungan Tuhan dan diberikan umur yang panjang untuk selalu menemani Putra. Putra adalah anak yang miskin tinggal di bawah lereng bukit yang berbatuan, walaupun itu sangat berbahaya, tetapi apalah, itu tempat tinggal Putra satu satunya. Putra sebenarnya adalah anak yang sangat cerdas dalam bidang apapun, Putra juga memiliki semangat yang sangat luar biasa untuk menjadi anak yang sukses, dan bisa membuat keluarganya bahagia. Hanya Putralah harapan bagi keluarganya untuk merubah nasib. Putra lulusan anak SMP, sewaktu ia masih duduk di SMP, ia selalu mendapat juara umum dan termasuk murid yang berprestasi di provinsi. Tetapi karena faktor ekonomi yang tidak mendukung, akhirnya Putra tidak melanjutkan sekolah lagi. Dan kini Putra menjadi anak petani yang meniru jejak Ayahnya. Kini umur Putra adalah 16 tahun. Walaupun dia hidup 1 keluarga di rumah itu dan tidak ada tetangga, tetapi Putra tidak pernah merasa kesepian. Karena Putra anak yang pintar pastinya memiliki banyak cara untuk menghibur dirinya, yaitu antara lain, bermain seruling di pinggir sungai sambil memancing dan menggembala sapinya. Putra pulang sore hari dengan membawa ikan pancingannya di sungai dan membawa kayu bakar untuk besok. Putra pulang ke rumah biasanya tampak kelihatan ceria, tetapi kali ini Ayahnya melihat ada sesuatu yang disembunyikan oleh Putra. “Putra anakku? Kemarilah!” suruh Ayahnya. “Ada apa yah?” Jawab Putra lemas. “kemari mendekatlah nak. Ayah dan Ibu mau berbicara denganmu nak..” sahut Ibunya menjelaskan. Putra pun mendekati kedua orangtuanya dengan langkah yang amat lesu. “ada apa denganmu hari ini nak?” Tanya Ayahnya. “tidak ada apa yah, aku hanya kecapean aja yah, jadi aku butuh istirahat.” “tapi Ibu lihat kamu tampak lesu yang tak mempunyai semangat. Ingat tra? Hanya kamu anak Ibu satu-satunya, jika ada masalah sampaikan kepada Ibu atau Ayah nak, jangan seperti ini.” Putra mengerti perkataan Ibunya yang khawatir dengan tindakan dirinya itu. Putra sendiri tidak mengerti kenapa dia berbeda seperti hari sebelumnya. Dan secara kebetulan pendengaran Ibunya baik. “nak?” Panggil Ayahnya lagi. “iii, ii, iyaa yah. A-ak.. akuu memikirkan sesuatu yah” “apa itu nak? Katakan pada Ayah” “aku ingin sekolah yah,” dengan berat hati dia menjawab pertanyaan Ayahnya dengan sejujurnya dan tidak disengaja mengeluarkan perkataan seperti itu. Ibu Putra langsung menangis dan memeluk Putra. Sebenarnya Ibunya tidak setuju kalau Putra bersekolah. Karena tidak mempunyai biaya sekolahnya. Dan Ayahnya pun langsung bengong dengan keinginan anaknya yang begitu bersemangat untuk sekolah. “maafkan Ayah nak? Bukan Ayah tidak memberimu sekolah, tetapi pandanglah Ayah dan Ibu nak? Setiap hari banting tulang mencari kerja, hanya untuk makan. Dan itu pun belum cukup untuk memenuhi kebutuhan harian kita. Tolonglah nak? Mengerti dengan keadaan.” jawab Ayahnya dengan meneteskan air mata karena tidak mampu mendorong anaknya untuk maju. “Mana tanggung jawab Ayah menjadi kepala keluarga? Aku bosan jadi anak bukit yah? Aku ingin jadi anak sekolahan seperti dulu yah?” jawab Putra dengan lancang dan sambil menangis menuntut Ayahnya sebagai kepala keluarga. “jika kamu ingin bersekolah silakan nak? Jual semua sapi, babi, ayam, dan burung Ayah, jika itu akan mendukungmu untuk sekolah, Ayah tidak punya uang sedikit pun untuk membekalimu nak. Keesokan harinya. Putra seperti biasa bangun lebih pagi, dan mempersiapkan alat-alat yang akan dibawa ke tempat umum. Namun Putra tidak memiliki rasa kasihan kepada kedua orangtuanya yang sudah bekerja keras, dan kini hasilnya ia bawa semua demi bisa sekolah. Matahari pun mulai terbit. Ayah dan Ibu Putra telah menyiapkan saran pagi, dan sebelum Putra berangkat mereka sekeluarga makan bareng dan saling tersenyum bahagaia walaupun semua miliknya akan habis terjual demi anaknya. Selesai sarapan Ayah dan Ibu mengantarkan Putra ke luar daerah bukit itu yang jauh dari tempat umum. “tra? 1 pesan Ibu padamu, jangan kau jadikan uang foya-foya dari hasil penjualanmu nanti,” “iya bu saya janji” sahut Putra. Sesampai di pasar. Sapi dan yang lainnya laku terjual. Dan kini uangnya seperempat diberikan untuk Ibu dan Ayahnya untuk membeli makanan. Namun kedua orangtuanya menolak itu dan diberikan sepenuhnya kepada anaknya agar tidak kekurangan uang di perjalanan nanti. Mereka bertiga berpelukan sambil bersedih akan berpisah. “yah? Jaga Ibu baik-baik! aku akan kembali setelah aku sudah menjadi orang sukses,” “jangan nak! jika kamu sudah gagal, kembalilah ke rumah, Ayah tak kan marah padamu. Pintu rumah selalu terbuka untukmu”. Mereka pun berpisah, dan Putra menaiki bus untuk menuju ke kota. Di perjalanan Putra berpikir, dengan uang sedikit itu, tidak akan mampu mencukupi kehidupannya di kota. Putra meneteskan air mata dan mengingat Ayah dan Ibunya di rumah yang tak bisa berpisah. Putra menyesal telah menjual semua punya orangtuanya. Dia merenung sambil menangis dengan perpisahan ini. Ayah dan Ibunya pun merasakan hal yang sama seperti Putra. Biasanya setiap hari mendengar alunan seruling yang dimainkan oleh Putra. Dan kini sepi dan sunyi di dalam rumah itu, Ayah dan Ibu Putra berdoa agar Putra berada dalam lindungan tuhan. Belum sampai di kota Putra berhenti di tengah perjalanan, dan menyetop bus untuk kembali pulang. Dia sadar bahwa dirinya tak akan mampu sendiri di tengah kota. Sampai di desanya ia segera kembali ke rumah. Sampai di rumah Putra melihat kedua orangtuanya bersedih karena berpisah dengan anak kesayangannya. “Bu? Yah? aku kembali..” suara dari pintu, Ayah dan Ibu Putra pun menoleh ke arah pintu itu, dan dilihatnya Putra yang berdiri dengan raut wajah yang bersedih dan air matanya yang berlinang. Mereka pun kembali berpelukan. “Ayah? Ibu? Aku kembali karena aku tak akan sanggup menanggung hidup sendirian di tengah kota. Aku mau menjadi pengusaha di sini saja yah? Bu? aku ingin selalu di dekat Ayah dan Ibu” kata Putra. Putra mulai membangun pondok dekat sungai yang di kelilingi pohon yang sejuk dan hijau. Selesai membuat pondok itu, Putra meniup serulingnya yang sangat merdu dan ditemani suara air yang mengalir. Kemudian selanjutnya Putra dan Ayahnya membuat kandang yang sangat besar karena akan melakukan jual beli sapi. Satu minggu. Kandang sudah penuh dengan sapi, Putra pergi ke pasar untuk menawarkan sapi yang gemuk dan bersih. Semakin hari semakin banyak yang membeli sapi dan ayam di rumah Putra, kemudian salah satu saudagar sapi ke rumah Putra untuk melihat suasana di perbukitan, ternyata saudagar itu memiliki kesan yang sangat bagus di daerah itu dan mencari suara seruling yang merdu, dan itu adalah Putra. Saudagar itu tertarik dengan pemandangan dan suasana daerah itu, sehingga dia memberikan sumbangan kepada Putra untuk mendirikan sebuah kost kecil. Bukan hanya ternak saja yang dijual oleh keluarga Putra, tetapi juga menjual berbagai tanaman obat, makanan, atau tanaman hias lainnya. Dengan penghasilan yang sedikit demi sedikit. Putra mampu mendirikan sebuah hotel di tepi sungai dan dikerumbuni banyak pepohonan. Setelah hotel itu jadi banyak turis yang berdatangan ke sana, karena sejuk dan tenang. Semua turis meraskan kenyamanan di sana, dan Putra kembali membangun rumah makan dan memperbanyak ruangan tidur untuk para turis, dan pada akhirnya mereka sekeluarga menjadi pengusaha yang sangat kaya. Kini nama Putra sudah tersebar ke seluruh desa dan wilayah. Jadikan kelemahan sebuah kunci utama meraih kesuksesan dan menggapai semua impian atau cita-cita yang diinginkan. Belajar adalah awal meraih impian, dan impian adalah sebuah keyakinan diri sendiri untuk bisa maju dengan sempurna. The End Cerpen Karangan Warddita Facebook Warddita Cerpen Menggapai Cita Cita merupakan cerita pendek karangan Warddita, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Kesakitanku Oleh Ratna Susantyningsih Mata ini panas kembali. Teringat semua yang sudah berlalu. Aku selalu ingat tentang semua yang kau ucapkan padaku. Semua yang telah membuat hati ini menjadi sebuah serpihan, layaknya paku-paku Rara Pengen Masuk SMA Oleh Aurelya Irna Candida Pelajar kelas 9 tentu memikirkan mereka akan melanjutkan sekolah selanjutnya dimana, itu adalah hal wajar. Seperti aku saat ini, aku sedang bimbang antara ke SMA atau ke SMK. Sejujurnya Doa Permohonan Surga Untuk Ibu Oleh Melly Windarti Semua orang duduk bersila menantikan sebuah ceramah, tapi siapa sangka bahwa semua itu hanya dusta. Dari sekian banyak jamaah, ada yang sibuk bicara, ada yang sibuk mengunyah bahkan ada Hatimu Hatiku Oleh Vixia Ariestya Kenalin gue Rama cowok terganteng di Indonesia itu kata nyokap gue. Gue punya saudara kembar yang menjadi saingan kegantengan gue karena mirip. Walau sebenernya lebih ganteng gue dikit. Walau Aku, Gadis Keripik Singkong Oleh Riska Yupitasari “Febi, ini keripiknya sudah siap.” Terdengar suara Ibu memanggilku. Aku pun datang menghampirinya di dapur untuk mengambil keripik yang sudah tersusun rapi di keranjang. “Iya, bu. Ya sudah, aku “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"

cerpen singkat tentang meraih cita cita